√ Pengertian Seni Kriya Lengkap Beserta Contoh, Fungsi, dan Macamnya

Pengertian Seni Kriya – Halo sahabat pembaca gimana kabarnya ? Semoga baik baik saja ya. Langsung saja pada kasempatan ini kami akan membahas tentang seni kriya.

Yups, jika kita berbicara tentang seni kriya, maka kita sama dengan berbicara sesuatu yang memiliki hubungan erat dengan kerajinan tangan.

Dimana sudah kita ketahui bersama bahwa dalam membuat keterampilan tangan atau kerajinan tangan dibutuhkan ketelitian dalam setiap detail karya yang kita buat.

Pengertian Seni Kriya

pengertian seni kriya

Kamu mungkin pernah mendengar seni kriya, tapi belum tentu kamu paham apa yang di maksud dengan seni kriya ? Buktinya kamu membaca artikel ini hehe.

Baiklah, kriya berasal dari kata ‘’Kr’’ (Bahasa Sansekerta) yang memiliki arti mengerjakan. Nah, dari akar kata itulah kemudian berkembang menjadi kata “kriya”.

Sampai di sini paham kan ? ?

Sedangkan dalam artian khusus, kata kriya ialah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau objek yang memiliki nilai seni. (Prof. Dr. Timbul Haryono: 2002).

Adapun tentang pergulatan asal usul kriya Prof. Dr. Seodarso mengutip dari kamus, dan beliau sendiri kemudian mengungkapkan bahwa “ kata kriya belum pernah digunakan dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan perkataan kriya sendiri berasal dari kata atau bahasa sansekerta, pada kamus Wojowisito memberikan arti kriya; perkerjaan, serta kamus winter, kata kriya diartikan sebagai ‘’demel’’ atau membuat. (Prof. Dr. soedarso Sp, dalam Asmodjo J. Irianto, 2000).

Nah, kali ini pengertian kriya menurut Prof. Dr. I Made Bandem. Menurut beliau kata “kriya” memiliki arti dalam bahasa Indonesia sebagai pekerjaan atau keterampilan tangan.

Namun dalam Bahasa ingris bisa juga disebut dengan kata ’’Craft’’ yang memiliki arti kekuatan atau energy. Tapi pada kenyataannya, kriya di artikan sebagai karya yang di ciptakan atau di hasilkan karena keterampilan seseorang. (Prof. Dr. I Made Bandem, 2002).

Oleh karena itu dari ketiga uraian atau pendapat tersebut dapat kita simpulkan bawah kriya ialah pekerjaan atau pembuatan, dan hal tersebut dapat di artikan sebagai penciptaan karya seni yang di hasilkan melalui keterampilan yang tinggi.

Agar kamu lebih mudah dalam memahami seni kriya, sebaiknya tonton vidio dibawah ini.

Sejarah Seni Kriya

 pengertian dan sejarah seni kriya

Keberadaan seni kriya di Nusantara memang ada mulai dari sejak dulu, yaitu pada zaman prasejarah dan menjadi seni kriya tertua yang pernah ada di Indonesia.

Pada zaman neolitikum atau zaman batu, manusia sudah mempunyai kebiasaan membuat benda-benda seperti halnya yang ada pada seni kriya.

Di zaman batu tersebut banyak sekali manusia-manusia yang sudah membuat benda fungsional. Adapun benda fungsional tersebut seperti misalnya benda dari batu untuk digunakan sebagai peralatan barburu dan mencari makan.

Selain itu bisa dikatakan juga bahwa di zaman prasejarah tersebut menjadi masa dimana manusia cukup banyak membuat karya seni dari logam. Tentu saja bahwa benda-benda yang dibuat dari logam tersebut berdasarkan fungsi-fungsi tertentu.

Perkembangan Seni Kriya di Indonesia

perkembangan seni kriya di nusantara

Di Indonesia perkembangan seni kriya sendiri terbagi ke dalam tiga kelompok fase perkembangan. Fase tersebut diataranya sebagai berikut :

  • Kriya tradisional klasik yang terjadi pada masa Hindu – Budha
  • Kriya tradisional rakyat yaitu seni kriya yang berasal dari daerah
  • Kriya Indonesia baru yang terjadi pada saat masa kolonial

Nah, itulah 3 fase mengenai perkembangan seni kriya yang ada di Nusantara. Jika kamu ingin lebih paham lagi dari ketiga kelompok fase tersebut, maka kamu harus bisa mengenali ciri-cirinya yang ada pada masa itu.

1. Kriya Tradisional Klasik Hindu – Budha

seni kriya tradisional klasik hindu budha

Kaidah seni oleh para seniman atau empu di bukukan ke dalam sebuah pedoman seni pada masa itu. Sedangkan mutu seni yang sifatnya estetik atau keindahan maupun teknik selalu di landasi oleh pemikiran falsafah hidup dan pandangan agama islam, hindu dan budha.

Adapun contoh-contoh karya seni kriya pada masa itu ialah :

  • Batik
  • Perak
  • Wayang kulit
  • Ukiran kayu
  • Emas
  • Wayang golek
  • Serta kerajinan topeng

2. Kriya Tradisional Rakyat Daerah

seni kriya wayang indonesia

Ciri dari kebudayaan etnis salah satunya ialah corak kesenian tradisional yang mengikuti watak dan juga adab kehidupan dalam masyarakat serta lingkungan alam yang menjadi tempat masyarakat tersebut tinggal.

Dalam pembuatan karya seni kriya tradisional tentu saja jenis bahan dan alat yang di gunakan merupakakan jenis bahan dan alat yang tersedia di lingkungan tempat mereka tinggal.

Nah, mungkin kamu bertanya, kira kira seperti apa contohnya ? Contoh-contoh karya seni tradisional rakyat yang masih bertahan sampai sekarang antara lain yaitu :

  • Logam
  • Gerabah
  • Anyaman
  • Dan topeng

3. Kriya Indonesia Baru Kolonial

penjelasan seni kriya pada zaman kolonial

Pada zaman kolonial pendidikan seni kriya lebih menitik beratkan pada nilai nilai rasional dan kehidupan jasmaniah.

Sehingga alhasil tingkat kesadaran akan nilai luhur terhadap nilai-nilai tradisional seni kriya menjadi sangat lemah, baik dalam hal seni kriya klasik maupun kriya rakyat atau daerah.

Fungsi Seni Kriya

Seni kriya diciptkan bukan tanpa fungsi. Ya, kriya mempunyi banyak fungsi. adapun fungsi tersebut yaitu sebagai berikut.

A. Sebagai Penghibur atau Pemenuh Kebutuhan Emosional

seni kriya origami naga

Kamu tau apa fungsi dari seni kriya ? Fungsi tidak lain dan tidak bukan ialah sebagai penghibur atau pemenuh kebutuhan emosional dari manusia.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sifat manusia kadang selalu berubah-ubah. Nah, karena sifat manusia seperti itu, maka salah satu cara yang bagus untuk membuat orang senang dan bahagia yaitu dengan seni rupa.

Beberapa contoh karya seni kriya yang bisa di pakai sebagai benda penghibur yaitu

  • Congklak
  • Boneka
  • Origami
  • Dan benda-benda lainnya.

B. Sebagai Benda Terapan (siap pakai)

seni kriya terapan mebel bagus

Seni kriya memiliki fungsi pakai atau fungsi terapan yang membuat hasil karya dari karya seni tersebut menjadi barang-barang yang siap untuk digunakan dalam kebutuhan sehari hari. Namun walaupun begitu, tetap saja tidak akan pernah menghilangkan fungsi keindahannya.

Adapun contoh fungsi dari benda terapan tersebut yaitu antara lain :

  • Meubel
  • Senjata
  • Keramik
  • Funitur
  • Dan jenis benda-benda lainnya.

C. Sebagai Dekorasi (Hiasan)

seni kriya hiasan dekorasi bagus

Jenis atau macam-macam dari bentuk seni kriya ini sangat banyak sekali. Ya, jenis-jenis tersebut ada yang digunakan untuk sarana mempercantik sebuah ruangan atau gedung dan ada juga yang di gunakan sebagai penunjang kegiatan manusia.

Selain itu tidak hanya mengutamakan nilai keidahan atau estitikanya saja, akan tetapi seimbang juga dengan segi praktisnya atau kegunaannya.

Beberapa contoh karya seni yang di pakai untuk keperluan dekorasi seperti misalnya :

  • Patung
  • Seni ukiran
  • Hiasan dinding
  • Dan jenis-jenis Lainya

D. Sebagai Benda Mainan

seni kriya congklak atau dakon unik

Sering kita jumpai terutama di lingkungan sekitar yaitu hasil dari seni kriya yang dipakai untuk alat permainan.

Umumnya jenis kriya seperti ini mempunyai bentuk yang sederhana. Selain itu bahan yang dugunakan juga sangat mudah untuk kita dapatkan dan di kerjakan.

Untuk harganya sendiri juga relatif murah.  Contohnya misalnya kipas kertas, boneka dan congklak.

Jenis dan Cotoh Seni Kriya

jenis jenis seni kriya yang mudah di temukan di nusantara

Adapun jenis dari seni kerajinan tersebut sangatlah banyak. Selain itu, juga sangat mudah sekali kita temukan diberbagai daerah Indonesia.

Kamu yakin ingin tau jenis-jenis seni kriya tersebut ? Berikut ini beberapa jenis dan contoh seni kriya yang ada di Indonesia.

Seni Kriya Dua Dimensi

Umunya seni kriya dua dimensi merupakan seni yang di buat pada media yang memiliki panjang serta lebar saja.

Motif pada karya seni ini biasanya berupa mozaik, batik, sulaman, border, tenun, relief dan hiasan dinding.

Bahan yang bisa digunakan untuk membuat seni dua dimensi tersebut sangat lah banyak sekali, contohnya misalnya seperti kayu, kulit, kertas dan lain-lain.

Pada zaman modern ini, karya dua dimensi sudah sangat berkembang. Dalam teknik membuat nya pun beragam, ada yang menggukan teknik sederhana dan ada juga yang menggukan teknik modern.

Tidak hanya itu, media yang digunakan juga tidak terbatas pada media umumnya saja, melainkan juga media-media lain yang biasanya sangat jarang di pakai untuk seni seperti misalnya tubuh manusia dan lain-lain.

Seni Kriya Tiga Dimensi

Seni kriya dimensi merupakan seni dalam membuat suatu karya atau kerajinan tangan dengan hasil produk yang mempunyai lebar, panjang, tinggi atau karya seni yang mempunyai volume serta menempati seuatu ruangan.

Dibawah ini merupakan contoh seni kriya tiga dimensi menurut bahan yang di gunakan.

1. Karya Seni dari Bahan Keramik

seni kriya dengan bentuk keramik

Keramik tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar tanah liat. Adapun cara membuatnya yaitu dengan berbagai macam teknik.

Teknik-teknik tersebut antara lain :

  • Teknik lengpeng
  • Pilin
  • Pijat
  • Dan cetek

Nah, setelah keramik tersebut sudah selesai di bentuk, maka barulah kemudian diberi hiasan agar tambah menarik dan unik.

Setelah diberi hiasan lalu masuk pada tahap proses pengeringan. Jika sudah kering, kemudian keramik tersebut di bakar dengan menggunakan suhu tertentu.

2. Karya Seni dari Bahan Kulit

seni kriya dari bahan kulit yang bagus

Kriya kulit ini sudah pasti bahan bakunya menggunakan kulit. Adapun kulit yang digunakan bukan lah  sembarag kulit, melainkan kulit yang memang kualitasnya tergolong bagus seperti misalnya, kerbau, sapi, ular, kambing, dan buaya.

Kulit tersebut terlebih dahulu menjalani proses pengolahan yang terbilang sangat panjang sebelum kulit tersebut dipakai.

Proses tersebut yaitu antara lain :

  • Mulai dari pemisahan dari daging hewan
  • Kemudian dilanjut pencucian dengan menggunakan cairan tertentu
  • Setelah itu proses permbersihan dengan cara direndam dengan menggunakan zat kimia tertentu
  • Penyamakan
  • Perentangan supaya kulit kencang dan tidak mengkerut
  • Pewarnaan
  • Dan penghalusan

Setelah proses tersebut sudah dilakukan, maka barulah dipotong-potong sesuai dengan ukuran benda yang nanti akan dibuat. Umunya hasil dari seni kriya kulit tersebut berbentuk tas, sepatu, pakaian jaket, dompet, tempat HP, alat musik rebana dan juga ikat pinggang.

Nah, sudah pasti ada daerah yang memang terkenal sebagai penghasil seni kriya dari kulit tersebut. Ya, daerah-daerah tersebut diantaranya ialah Bali, Garut, dan Yogyakarta.

3. Karya Seni dari Bahan Kayu

seni kriya topeng dari bahan kayu

Kriya kayu ini adalah salah satu jenis seni kriya yang mana dalam pengerjaannya membuat benda selalu mengabungkan antara nilai fungsi sekaligus juga hias dengan menggunakan bahan dari kayu.

Dalam membuat kriya kayu sendiri mempunyai tingkatan-tingkatan dalam pengerjaannya, yaitu tingkat dasar atau permulaan sampai ke yang paling rumit.

Dalam kehidupan sehari-hari kayu sendiri sangat banyak dimanfaatkan untuk membuat benda kerajinan, seperti misalnya :

  • Furnitur
  • Wayang golek
  • Patung
  • Topeng
  • Dan juga hiasan ukir-ukiran

4. Karya Seni dari Bahan Logam

seni kriya patung dari loga atau perunggu

Seni kriya logam adalah seni kriya dimana cara pembuatannya yaitu dengan cara mengolah benda logam menjadi barbagai macam kerajinan.

Umumnya dalam mengolah logam yaitu dengan cara mengecor logam panas dengan menggunakan cetakan. Sedangkan cetakan bisa terbuat dari pasir, gips, tanah liat, serta logam.

Biasanya kriya logam tersebut menggunakan barbagai jenis logam seperti emas, tembaga, perak, perunggu, besi, aluminium dan kuningan.

Adapun produk yang dihasilkan yaitu berupa perhiasan perak, senjata tajam, peralatan rumah tangga, emas, alat musik gamelan, dan patung perunggu.

Sedangkan teknik dalam membuat kriya logam ini ada dua, yaitu menggunakan teknik a cire perdue dan bivalve.

Teknik a cire perdue atau dikenal juga sebagai teknik cetakan lilin, merupakan teknik yang dipakai dengan menggunakan lilin sebagai media cetak dalam membuat bentuk yang di inginkan.

Untuk caranya sendiri yaitu pertama terlebih dahulu membuat lilin, setelah itu baru kemudian tutup model tersebut menggunakan tanah dan jangan lupa untuk dibuatkan lubang dari atas dan bawah.

Setelah cara tersebut sudah dilakukan, maka cetakan tersebut dibakar sampai benar-benar lilin yang terbungkus dengan tanah itu menjadi cair dan keluar dari lubang bagian bawah.

Langkah selanjutnya yaitu masukkan cairan perunggu tersebut atau bisa juga jenis logam lainnya melalui lubang bagian atas.

Jika sudah cairan tersebut mengeras atau dingin, maka pecahkan cetakan tersebut sehingga keluarlah benda yang selama ini kita inginkan.

Gimana sangat mudah kan ? ?

Teknik a cire perdue sudah selesai dan sekarang kita membahas mengenai teknik bivalve. Bivalve atau yang lebih dekenal dengan setangkap merupakan teknik yang dipakai untuk membentuk benda dengan cara menggunakan cetakan yang sudah ditangkup.

Namun cetakan tersebut bisa di buka, sehingga apabila sudah dingin maka cetakan tersebut bisa dibuka kembali, dan keluarlah benda yang kita inginkan. Umunya cetakan tersebut terbuat dari kayu ataupun batu.

5. Seni Kriya Tekstil

seni kriya tekstil bagus dan cantik

Sebenarnya istilah tekstil tersebut sangatlah luas sekali dan juga mencakup barbagai jenis kain yang mana cara pembuatannya dengan cara diikat, di pres, ditenun dan lain-lain.

Biasanya kain terbuat dari serat yang di pintal dengan tujuan untuk menghasilkan benang panjang. Benang yang panjang tersebut kemudian nanti akan di rajut atau ditenun sehingga bisa menghasilkan kain yang berupa barang jadi.

Adapun ketebalan atau jumlah tekstur kain, serat, kadar pilihan, tenunan dan juga variasi dalam rajutan adalah faktor yang sangat berpengaruh sekali terhadap terciptanya berbagai macam kain yang macamnya sudah tak terhitung lagi.

Sedangkan berbagai macam karya seni tekstil bisa kita lihat dari ragam hias, teknik, jenid dan juga bahan yang dipakai. Dinusantara sendiri jenis seni tekstil ini di kelompakkan menjadi dua, yaitu karya tenun dan karya batik.

6. Seni Kriya dari Bahan Batu

seni kriya batu akik paling populer

Ternyata batu yang selama ini mempunyai tekstur keras, kaku dan susah untuk dibentuk juga bisa di olah menjadi sebuah seni kerajinan yang sangat menarik dan indah.

Hasil karya seni dari batu salah satunya barasal dari daerah Sukaraja, Sukabumi.

Di daerah Sukaraja tersebut banyak sekali berbagai macam material batu yang sudah diolah menjadi beraneka ragam hiasan dan dekorasi rumah.

Batu yang sudah diolah tersebut di antaranya ialah seperti misalnya fosil, batu akik, jasper dan barbagai macam batu permata lainnya yang sudah dibentuk menjadi berbagai macam hiasan motif flora dan fauna.

Jenis Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya

Disamping berbagai macam bahan yang digunakan untuk membuat seni kriya, ternyata tenik dalam pebuatannya juga bermacam-macam.

Nah, berikut ini jenis-jenis kriya berdasarkan teknik pembuatannya

Kriya Batik

seni kriya batik paling populer

Kriya kain batik ini dalam proses pembuatannya dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik, diantaranya ialah teknik tulis, cap, dan lukis.

Teknik batik tulis sendiri merupakan salah satu teknik membuat batik yang bisa dibilang sangat banyak digunakan di Indonesia.

Batik tidak hanya terdapat di pulau jawa saja, melainkan di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Bali juga ada, dan bahkan sangat banyak.

Selain itu corak kain batik di setiap daerah juga bermacam-macam dan berbeda satu sama lain.
Biasanya kalau corak batik jawa cendrung bergaya naturalis dengan sedikit sentuhan warna yang beragam.

Kriya Pahat atau Ukir

seni kriya pahat atau ukir paling keren

Adapun bahan, jenis, bentuk dan teknik dalam seni pahat tersebut sangatlah beragam, diantaranya mulai dari ukiran, jenis patung, dan berbagai macam kerajinan lainnya.

Seni pahat tersebut bahan dasarnya selain menggunakan kayu juga menggunakan barbagai macam logam, tulang, batu dan kulit hewan.

Sedangkan penghasil seni pahat yang paling terkenal di Indonesia yaitu Bali. Seni pahat yang dihasilkan meliputi patung, ukiran sampai baraneka macam barang kerajinan lainnya.

Hasil seni pahat dari Bali salah satunya ialah patung arca dengan mengunakan bahan baku batu andesit

Kriya Tenun

seni kriya tenun paling populer

Taukah kamu bahwa Indonesia ternyata salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di dunia lho, wah keren kan ? Tanun sendiri ada dua macam, yaitu tenun ikat dan tenun songket.

Lantas yang membedakan diantara keduanya apa ? Dua macam tenun ini pada dasarnya yang membedakan ialah terletak pada teknik pembuatan serta bahan yang digunakan.

Pada tenun songket sendiri terdapat tambahan berupa emas atau benang sutra dan benang perak.

Daerah penghasil songket di Indonesia ialah Riau, Aceh, Sumatera utara, Sumatera barat, Lombok, Sulawesi, Maluku dan Nusa tenggara.

Sedangkan daerah yang terkenal penghasil tenun diantaranya ialah Aceh, Sulawesi tengah, Sumatera utara, Toraja, Bali, Maluku, Kalimantan barat, Flores dan NTT.

Itulah pengertian seni kriya lengkap dengan jenis, contoh, dan fungsinya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu. Jika dirasa bermanfaat juga untuk orang lain, silahkan share. Terimakasih telah berkunjung. ?

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: