Pengalaman Paling Mengesankan Waktu Kuliah di MEC yang Mustahil Terulang Kembali.

Halo sahabat pembaca, disini saya akan membagi kisah waktu masih kuliah di salah satu kampus di Surabaya. Nama kampus tersebut Mandiri Enterpreneur Center (MEC).

Mungkin kamu tidak tau, atau bahkan baru mendengar nama kampus tersebut.

Wajarlah kalau misalakan kamu tidak tau. Karena memang kampus tersebut tidak seterkenal UNAIR, UGM, ITS dan kampus-kampus lainnya. Nah, karena mungkin kamu  belum tau tentang kampus Mandiri Enterpreneur Center, maka alakangkah baiknya jika kenalan dulu.

Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”.

Siapa tau dengan kamu mengenal dan tau tentang Mandiri Enterpreneur Center, bisa merekomendasikan kepada teman dan sanak saudara kamu.

Oke, langsung saja biar tidak terlalu bertetele saya akan menceritakan terlebih dahulu tenteng sejarah Mandiri Enterpreneur Center . Kampus tersebut didirikan  oleh Yayasan Yatim Mandiri (YYM).

Sedangkan Yayasan Yatim Mandiri sendiri ialah suatu lembaga sosial yang fokus pada pendidikan dan kemandirian anak yatim seluruh Indonesia.

Awal mula pemikiran didirakan kampus Mandiri Enterpreneur Center ialah karena adanya suatu fenomena yang harus dipecahkan.

Kira-kira Fenomena seperti apa.?

Fenomena tersebut ialah banyaknya anak yatim setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) yang sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Bisa saja dapat kerja, tapi susah. Apalagi harus bersaing dengan diploma atau sarjana.

Mandiri Enterpreneur Center mempuyai harapan agar peserta didik dapat mandiri secara ibadah, madiri secara belajar dan mandiri secara ekonomi.

Adapun jurusan yang ada ialah akuntansi, teknologi komunikasi jaringan, desain grafis, dan manajemen zakat.

Kira-kira jumlah mahasiswanya kalau di hitung dari keseluruhan jurusan yang ada tersebut brapa..? Mungkin kamu menanyaka

Jumlah mahasisiwa Mandiri Enterpreneur Center sangat sedikit.

Ya sedikit, Jangan di kira seperti kampus lain yang jumlah mahasiswanya ratusan bahkan ribuan. Tahun pertama awal-awal Mandiri Enterpreneur Center berdiri, yaitu pada tahun 2004, jumlah peserta didik  hanya 35 orang saja.

Padahal yang di targetkan oleh Yayasan Yatim Mandiri adalah 100 anak. Akhirnya tim manajemen membuka pendaftaran lagi untuk angkatan XI. Gunanya untuk menutup target yang telah di tentukan.

Setelah selesai membuka pendaftaran alhadulliah tim manajemen mendapatkan peserta didik sebanyak 80 anak dari berbagai belahan kota dan desa di seluruh Indonesia. Al hamdulliah, salah satu peserta tersebut ialah saya.

Singakat cerita, mulailah saya masuk di kampus tersebut untuk mengeyam llmu sesuai jurusan yang saya pilih. Saat itu saya memilih jurusan akuntansi karena kebetulan saya di SMK jurusan akuntansi juga. Jadi biar sinkron gitu lho.

Soalnya saya sering menjumpai mahasiswa yang lain termasuk teman saya ketika pas kuliah ngambil jurusan tidak sinkron dengan jurusan waktu di SMK dulu.

Entahlah, saya tidak tau kenapa.

Biasanya kalau saya tanya kenapa gak ambil jurusan yang sama, pasti alasannya bermacam macam. Ada yang ingin pengalaman baru dan suasana baru. Ada juga yang karena dia merasa salah dan tidak cocok dengan jurusan yang di ambil waktu SMK, dan bahkan ada yang hanya ikut-ikutan teman.

Coba banyangkan apa tidak aneh.

Mereka itu waktu SMK jurusannya otomotif tapi tiba-tiba waktu kuliah ngambil jurusan tata boga. Ini kan aneh. Mungkin menurut kamu itu bukan hal yang aneh dan konyol, tapi menurutku itu sesuatu yang gimana gitu, hehe. Pengen ketawa terus kalau bahas itu.

Ah, sudahlah saya tak inging bahas itu.

Yang akan saya bahas disini mengenai pengalaman saya waktu kuliah di Mandiri Enterpreneur Center. Saya mempunyai beberapa pengalaman yang menurutku mustahil terulang kembali. Tapi saya sangat rindu masa masai itu.

Berikut ini pengalaman saya waktu masi kuliah di Mandiri Enterpreneur Center ( MEC )

1. Ospek

Orientasi studi dan pengenalan kampus atau lebih di kenal dengan OSPEK, pada dasarnya ialah kegitan yang di adakan oleh universitas dengan tujuan membantu mahasiswa baru agar mengenal lebih dekat tentang kampus tersebut, serta beradap tasi dengan lingkungan kampus.

Hmm..kira-kira yang ada dalam benak kamu selama ini saat mendengar kata ospek itu apa..?

Kalau dulu saya saat mendengar kata ospek yang muncul dalam bayangan ialah bulying, penindasan, kekerasan, kebangsatan seniur kepada juniur. Ya pokoknya semacam gitu deh, kamu kan tau sendiri kayak apa.

Nah, pada saat itu saya kan keterima di kampus tersebut dan otomatis kegiatan pertama kali ialah OSPEK.

Yups, saya sudah membayangkan kalau kegiatan ospek pasti seperti yang saya alami dulu pas waktu sekolah SMP dan SMA yaitu tidak jauh-jauh dari yang namanya dikerjain.

Haripun tiba di mana kegiatan ospek di mulai. Saya pun pasrah mau di gimanain juga tidak apa-apa. Namanya juga ospek, ya harus ngikut apa kata seniur. Suruh kebarat ya kebarat, suruh ketimur ya ketimur. Pokoknya nurut aja, yang penting gak disuruh nyemplung ke sumur. hehe, bercanda.

Setelah saya ikuti kegiatannya, kok merasa ada yang aneh.

Maksudnya ospeknya berbeda sekali dengan waktu saya masi SMA dan mungkin juga berbeda dengan kampus-kampus yanga lainnya. Ospek yang di adakan di kampus Mandiri Enterpreneur Center mempunyai nilai nilai positif dan tidak ada tindakan yang berunsur negatif seperti kekerasan.

Kegiatannya hanya keliling-keliling kampus, upacara dan mengikuti banyak seminar.

Nah, yang paling mengesankan bagi saya pribadi ketika ospek tersebut yaitu banyak ketemu dan menerima banyak ilmu dari para terainer, terutama dalam masalah bisnis.

2. Pindah Kelas Setiap Ganti Mata Kuliah

Dulu saat masi duduk di bangku homescoling  paling-paling ngegunain kelas yang sama dalam guru yang berbeda. Tapi ketika pas kuliah sistem seperti  ini sudah tidak berlaku lagi.

Setiap ganti mata kuliah selalu ganti kelas baru, dan ini menurut saya sangat bagus. Kenapa saya katakan bagus, karena kita sebagai mahasiswa tidak akan merasa boring ( bosan ).

Apalagi kalau mata kuliah perbankan syariah, pak imron sebagai dosen selalu jarang ngajar di kelas. pasti beliau ngajarnya sering di luar kelas. Seperti di bawah pohon rindang, gardu dan tempat tampat lainnya yang sekiranya nyaman.

Mungkin beliau paham kalau kita sebagai mahasiswa pasti jenuh kalau belajarnya di kelas mulu.

Akhirnya beliau mencari cara supaya mahasiswa nyaman saat proses blajar mengajar. Saya Jadi keingat jaman-jaman itu dan sampai sekarang saya tetap masi rindu suasana seperti itu.

3. Enterpreneur

Masa-masa seperti ini selau saya ingat dan kadang saya tersenyum sendiri jika ingat waktu saya jualan dan menawarkan dagangan ke perumahan-perumahan. Yups, saya jualan waktu masi kuliah.

Jadi di kampus Mandiri Enterpreneur Center itu tidak hanya diajarkan mata kuliah sesuai jurusannya masing-masing. Melainkan di kampus tersebut juga diajari bagaimana menjadi seoarang pengusaha.

Karena sebanarnya harapan  dari kampus tersebut ialah agar nanti semua alumni bisa menjadi seoarang enterpreneur yang sukses.

Sedangkan untuk menjadi seorang enterpreneur sukses tidaklah gampang.

Ada beberapa sifat yang harus ia miliki dan Salah satu di antaranya ialah mental yang kuat. Nah, untuk menguji mental tersebut yaitu dengan latihan menjual barang dagangan dengan cara keliling keperumahan dengan berjalan kaki sambil menawarkan kepada orang-orang.

Barang dagangan tersebut biasanya berupa kue, krupuk, madu dan lain-lain. Pelatihan tersebut biasanya di adakan pada hari sabtu dan minggu.

Dengan adanya pelatihan semacam itu, maka diharapkan agar mental dari anak didik tersebut menjadi kuat dan tahan banting.

Tidak malu saat menawarkan dagangan pada orang. Tidak mudah menyerah dan putus asa saat tidak laku dan masih banyak manfaat yang di dapat dari platihan tersebut.

4. Kuliah Tujuh Menit ( kultum )

Kampus Mandiri Enterpreneur Center mewajibkan mahasiwanya untuk tinggal di asrama. Bisa di katakan semacam mondok lah.

Karena tinggalnya di asrama maka peserta didik selain mengikuti mata kuliah saat di kampus juga harus mengikuti kegiatan-kegiatan asrama sepeti salah satunya ialah kultum dan almaksurotan.

Awal mula saya bisa public speaking (berbicara di depan publik ) karena dulu memang terbiasa mengisi kultum di asrama. Jadi sudah terbiasa dan tidak gematar seperti dulu jika mendapat kesempatan berbicaar di depan publik.

Ya, walaupun gak sejago seperti sorang terainer sih. Tapi paling tidak saya berani dan punya rasa percaya diri ketika berbicara di depan banyak orang.

Disini saya sangat besyukur bisa mendapat kesempatan belajar di kampus Mandiri Enterpreneur Center dan enaknya lagi gratis hehe.

Tapi ada syarat -syarat yang harus kamu penuhi jika ingin masuk ke kampus tersebut. Jika kamu ingin tau apa saja sayaratnya silahkan cari di google. Ketik aja dengan keyword Mandiri Enterpreneur Center.

5. Makan Bersama Dalam Satu Wadah

Makan bersama dalam satu wadah seperti ini sangat langkah dan kamu hanya menemuinya jika berada dalam lingkugan asrama atau pesantren.

Rasa kebersamaannya antara saya dan teman cukup erat sehinga melahirkan satu semboyan

”Punyaku punya kamu juga”. Asal jangan isteri 😀

Maksud dari kalimat ”punyaku punya kamu juga” ialah antara teman dengan teman yang lain tidak saling perhitungan masalah barang.

Jadi misalkan saya punya barang berupa makanan ataupun yang lainnya, maka teman-teman yang lain juga bisa ikut makan bersama. Tapi sayang, moment seperti ini sudah saya lalui. Yang tersisa hanyalah kenangan.

6. Pencopotan Beasiswa

Kampus yang memberikan beasiswa penuh termasuk tempat dan biaya hidup selama di asrama salah satuanya ialah  Kampus Mandiri Enterperneut Center. Pokoknya semua serba gratis tis tis..hehe.

Meskipun gratis tapi tunggu, jangan senang dulu.

Sebab katanya tim manajemen MEC, semua mahasiswa di haruskan untuk mendatkan IPK minimal 3. Jika misalakan nanti ada salah satu mahasiswa yang tidak mencapai target itu, maka secara otomatis beasiswa akan di cabut dan di pulangkan.

Bagaiamana tidak deg-degan coba, kalau ternyata nanti nilai saya tidak sesuai apa yang di targetkan manajemen MEC.

Kabar buruknya bukan hanya beasiswa yang di cabut melainkan juga harus mengganti biaya kuliah selama satu semester sebesar  25 juta. Dan itu bukan angka yang kecil. Saya kira penderitaan cukup komplit seandainya itu terjadi pada saya.

Satu semester sudah saya lalui dan kini saatnya untuk pengumuman hasil IPK tertinggi dan sekaligus IPK terendah.

Nah, di situ lah ketegangan saya dan teman- teman mulai muncul. Keringat pun bercucuran, karena saking takutnya jika nanti IPK tidak sesuai target.

Singkat cerita pengumuman pun berakhir.

Dan alhamdulliah, kabar baiknya momok menakutkan yang selalu menghantui saya selama ini akhirnya sirna. Karena IPK saya memenuhi target yaitu 3. Saya sangat senang tapi di lain sisi saya juga merasa sedih karena teman dekat saya memperoleh IPK 2 dan itu artinya beasiswa akan dicabut.

Semua mahasiswa akhirnya dikumpulkan di aulah dalam rangka mengumukan nama-nama yang harus di pulangkan. Saat itu suasana menjadi hening. Merenungi nasib karena sebentara lagi tidak akan ada lagi teman yang bisa di ajak curhat dan mengisi hari-hari dengan penuh canda tawanya.

Pada akhirnya diumumkan lah nama-nama yang di copot beasiswanya dan siap dipulankan waktu itu juga.

Semua menangis sedih termasuk temen dekat saya juga. Mereka semua seolah masi belum menerima kenyataan. Saya sedih melihatnya, tapi apa boleh buat saya sebagai teman cuman bisa memovitasi dan membarikan doa.

Selang beberapa hari kemudian, ada pengumuman dari pihak manajemen yang intinya membatalkan pencabutan beasiswa dan anak-anak tetap masi bisa tinggal di asarama dan menuntaskan kuliahnya sampai selesai.

Jujur waktu itu saya dan teman-teman sangat senanga sekali.

Beberapa hari setelah kejadian itu selasai, saya mendapat cerita dari para seniur dan juga manajem MEC bahwa itu hanya ekting saja.

Acara kayak gitu-gituan katanya memang dari dulu ada. Entah saya kurang tau maksud dan tujuannya apa, karena memanga saya gak berminat untuk cari tau. Tapi lumayan bikin kesel sih, bagaimana tidak kesel wong kita di kerjain sedemikian rupa.

Nah, itulah pengalaman saya waktu saya kuliah di Mandiri Enterpreneur Center (MEC).

Pengalaman tersebut bagiku sangat unik dan mengesakankan. Mungkin tidak akan terulang kembali dalam hidup saya. Oh iya, saya  sangat berterimakasih sekali kepada semua dosen dan tim manajemen MEC yang telah mendidik saya dengan penuh kesabaran.

Sekian dulu ya, jika ada yang mau ditanyakan sialahkan komen di bawah. 😀

 

 

 

 

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: