√ 9 Cara Budidaya Belut dengan Mudah dan Benar

Cara Budidaya Belut – Apakah kamu termasuk orang yang penggemar ikan belut ? Jika iya maka sangat pas sekali jika kamu membaca artikel ini. Ikan belut adalah ikan yang mempunyai bentuk tubuh menyerupai seperti ular, sehingga al hasil tidak jarang banyak orang yang menakuti jenis ikan yang satu ini di sebabkan karena tubuhnya itu.

Akan tetapi taukah kamu bahwa dibalik bentuk tubuh dari belut yang menakutkan itu ternyata mempunyai kadar gizi yang sangat tinggi lho. Ya, inilah alasan mengapa banyak sekali para  balita sering kali di berikan makanan yang di olah dari belut tersebut.

Daging Belut sendiri mempunyai cita rasa yang sangat manis, dan empuk. Selain itu rasanya akan sangat lezat sekali apabila belut tersebut di olah menjadi makanan. Karena rasanya yang lezat dan juga kandungan gizi yang dimilikinya sangat tinggi maka harga belut di pasaran juga termasuk sangat tinggi.

Selain harganya yang mahal permintaan ikan belut juga tidak pernah surut. Nah, hal inilah yang menjadi sebab mengapa budidaya belut menjadi  salah satu peluang usaha yang sangat diminati oleh orang pada saat sekarang ini. Oke, pada artikel kali ini kami akan membahas tentang cara budidaya belut dalam drum. Langsung saja berikut ini caranya.

1. Persiapan Tempat dan Lokasi

cara budidaya belut dengan mudah

Sebelum kamu memulai cara budidaya belut di dalam drum maka sudah tentu kamu harus melakuan hal berikut ini. Yang pertama kamu harus memilih tempat dan juga lokasi yang nanti akan di gunakan sebagai tempat kamu dalam berternak belut tersebut.

Nah, kerena kamu dalam berternak belut menggunakan drum sebagai wadahnya, maka kamu tidak perlu ribet-ribet dalam menentukan tempat atau lokasinya. Yang harus kamu lakukan ialah mencari sebuah lahan yang cukup luas untuk bisa meletakkan drum sebagai tempat pemelihraan belut.

Sedangkan luas lokasi yang kamu cari itu bergantung dengan seberapa banyak dan seberapa besar ukuran drum yang nanti akan di pakai sebagai wadah belut.

2. Menyiapkan Drum 

cara budidaya belut dalam drum

Sebanarnya drum yang nanti kamu pakai sebagai wadah pembesar belut itu tidak harus drum yang baru. Ya, kamu tidak usah membeli drum yang baru, kamu cukup memanfaatkan beberapa drum bekas. Cara tersebut tentu saja lebih ekonomis daripada kamu harus membeli drum yang baru yang sudah pasti harganya cukup mahal.

Jika drum sudah siap, maka kamu langsung bisa meletakkan drum-drum yang sudah kamu siapkan tersebut di tanah, atau jika kamu kreatif kamu bisa menciptkaan beberapa jenis peyangga seperti pada gambar di atas.

Bahkan kamu bisa memakai drum dalam posisi vertical supaya memudahkan dalam menentukan lokasi dan juga memudahkan dalam meletakkan drum.

Akan tetapi jika kamu memakai drum dalam posisi yang horizontal maka ruang untuk belut bergerak cendrung akan lebih lebar dan juga lebih leluasa untuk tumbuh dan berkembang. Walaupun dalam meletakkan drum dengan posisi horizontal lebih sangat efektif apabila kamu memakai penyangga.

3. Potong dan Bersihkan Drum

cara budidaya belut dalam drum dengan mudah

Boleh jadi drum yang kamu gunakan sebagai wadah itu mengandung dan sudah terkontaminasi oleh beragam zat berbahaya. Apalagi jika kamu menggunakan drum bekas, maka sudah pasti akan terkontaminasi zat berbahaya tersebut.

Oleh sebab itu agar cara budidaya belut benar dan lancar tanpa kendala apapun maka kamu harus membersihkan drum secara rutin. Hal itu sangat penting sekali agar supaya kesehatan belut tetap terjaga nantinya.

Caranya pertama bersihkan keseluruhan bagian drum baik di luar maupun di dalam, setelah itu diamkan selama kurang lebih 1 hingga 2 hari. Sesudah drum tersebut kering dan bersih, kamu dapat melakukan persiapan wadah berupa pemotongan drum pada bagian tengah.

Hal tersebut nantinya sebagai tempat masuk ikan. Selain itu juga sebagai tempat untuk memantau pergerakan ikan  dan juga digunakan untuk memasukkan  beberapa tumbuhan air yang berkualitas bagus untuk perkembangan belut tersebut. Oh iya, jangan lupa juga untuk memasukkan pakan belut ya.

4. Media Tumbuh Untuk Belut

Habitat asli belut yaitu di tempat berlumpur, kubangan, dan juga daerah rawa. Oleh karena itu, kamu harus membuat sebuah media yang mana media tersebut nanti akan menyerupai habitab atau tempat asli dari belut itu.

Semua itu tidak lain dan tidak bukan supaya ternak dan cara budidaya belut di drum kamu berhasil tanpa kendala apapun.

Untuk membuat media tumbuh belut caranya tidaklah sulit, kamu ingint tau caranya ? Berikut ini caranya.

  • Kamu bisa meletakkan tumpukan jerami pada paerah dasar atau alas media tanam belut yaitu mencapai ketebalan hingga 50 cm.
  • Gunakan bahan mikro organisme starter dengan takaran satu liter per tiap drumnya untuk media penyiraman dari tumpukan jerami tersebut.
  • Setelah itu di atas lapisan tersebut maka kamu dapat menambahkan lapisan dari pupuk kandang, maupaun dengan penimbunan dari tanah humus yaitu dengan ketebalan hingga 5 cm.
  • Lalu untuk lapisan terakhir yaitu dengan memasukkan TPS sebanyak kurang lebih 5 kg pada setiap drum dan juga bersamaan dengan lumpur.
  • Setelah media tanam untuk belut sudah selesai maka air merupakan tahap terakhir yang kamu masukkan. Air yang kamu masukkan tersebut kamu diamkan terlebih dahulu selama 2 minggu dan jangan lupa isilah air setinggi 20 cm.

5. Cara Budidaya Belut dengan Cara Menyiapakan Bibit Belut

cara budidaya belut dalam drum dengan mudah

 

Supaya nanti bibit belut berjalan dengan sangat normal dan sesuai dengan yang kamu harapakan, maka ada beberapa hal yang harus kamu ketahui mengenai pemilihan bibit belut. Hal hal yang harus kamu ketahui antara lain ialah sebagai berikut.

  • Hendaknya kamu jangan memilih bibit belut yang sakit maupun cacat. Kalau boleh kami saranin sebaiknya memilih belut yang mempunyai pergerakan lincah, aktif dan juga apabila kamu pegang maka belut tersebut akan langsung bergerak.
  • Biasanya ukuran belut yang ideal untuk dijadikan ternak yaitu 10 sampai 12 cm
  • Sebaiknya jangan kamu memilih bibit belut yang cacat dan loyo
  • Terakhir yang tak kalah pentingnya yaitu menyamarakatan ukuran bibit belut

6. Penebaran Bibit Belut 

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan setelah pemilihan bibit belut sudah selesai yaitu bagaimana cara memasukkan benih atau bibit tersebut ke dalam drum yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Dalam penebaran benih belut yaitu ada 2 metode yang bisa kamu gunakan.

Yang pertama kamu bisa memasukkan bibit belut secara bersamaan yaitu betina dan yang jantan dengan perbandingan betina vs jantan 2 : 1. Cara yang kedua Yaitu kamu bisa memasukkan benih tersebut secara langsung tanpa menakar jumlan benih dan cara tersebut sama seperti cara budidaya ikan mas.

7. Cara Pemberian Pakan Belut 

pemberian makan belut dengan cacing

Dalam pemberian pakan pada belut maka hendaknya pemberian makan tersebut nantinya akan disamakan dengan ukuran dari belut yang kamu pelihara.

Yang mana pada umumnya para peternak belut akan memberikan takaran pakan sebanyak 5 sampai 20 % dari bobot belut yang diperihara. Sebab kadangkala belut biasanya akan mecari makan pada sore hari, jadi usahakan kamu memberi makan belut itu di waktu sore hari.

Jenis pakan yang di kasi yaitu seperti bekicot, kecebong, dan cacing atau beberapa serangga kecil lainnya yang sudah di potong halus. Untuk menambah selera makan sebaiknya gunakan pemberian multivitamin khusus belut. Dengan kamu memberikan multivitamin maka hal tersebut akan mempersingkat waktu beternak belut seperti halnya cara budidaya ikan gabus.

8. Kualitas Air

Cara budidaya belut dengan memilih kulatas air yang bagus itu sangat penting sekali. Air nantinya akan mempunyai peranan yang sangat tinggi di dalam peternakan belut menggunakan drum ini. Air biasanya nanti akan digunakan dalam membuang sisa-sisa kotoran dan juga makanan. Disamping itu kualitas air juga sangat bagus untuk pertumbuhan dan kelangsungan ternak belut nantinya.

Pemakaian air dalam berternak belut memakai drum ialah dengan cara mengalirkan air bersih kedalam kolam drum tersebut. Kamu juga dapat menanam beragam tumbuhan air untuk membantu belut supaya bisa berteduh seperti cara budidaya rumput zolla

9. Bibit Penyakit

Ada beberapa panyakit yang sering kali menyerang belut penyakit tersebut antara lain ialah infeksi jamur yang mempunyai tanda luka, memar, bercak yang terlihat pada sirip, kepala dan badan.

Tapi tenang saja sebab kamu bisa menanganinya dengan cara memberikan obat anti jamur yang di masukkan kedalam air drum atau kamu  bisa juga memisahkan antara belut yang sudah terjangkit dengan belut yang belum terjangkit.

Infeksi parasite yang mempunyai gejala sperti misalnya sirip yang menjumbai atau menggantung, bintik kulit pada belut, adanya produksi lendir yang berlebihan dan juga pernapasan yang abnormal.

Itulah artikel tentang hal yang perlu kamu perhatikan dalam cara budidaya belut di dalam drum. Terimakasi telah berkunjung, semoga artikel ini bisa memberikan informasih yang bermanfaat bagi kamu.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: