7 Cara Praktis Budidaya Pisang Agar Hasil Panen Berlimpah

Budidaya Pisang – Pasti kamu tidak asing lagi dengan yang namanya buah pisang. Buah ini memang sudah menjadi makanan faforit bagi orang di zaman sekarang. Beragam jenis olahan makanan di buat dengan menggunakan bahan dasar pisang.

OLahah-olahan tersebut misalnya seperti es pisang ijo, kue pudding, hingga makanan yang ada di pinggir jalan seperti halnya gorengan dan sebagainya. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini warganet.net akan membahas lebih dalam lagi mengenai cara praktis budidaya pisang untuk hasil panen yang berlimpah ruah.

Seperti yang kita kahu bahwa saat ini banyak sekali  beragam jenis varientasi pisang seperti pisang tanduk, pisang mas, pisang ambon, pisang raja, pisang kapok, pisang nangka, dan lain lain.  Taukah kamu bahwa di pulau jawa saat sekarang ini banyak sekali jumlah permintaan buah pisang dan jumlah permintaan tersebut semakin meningkat tiap tahunnya.

Harga pisang saat ini berdasarkan informasi yang kami peroleh yaitu 1 kg buah pisang harganya mencapai Rp 5000 dan harga tersebut akan terus meningkat. Oleh karena itu hal ini tentu menjadi salah satu pertimbangan bagi kamu yang ingin memulai bisnis budidaya pisang.

Selain itu, bukan hal mustahil untuk meraup pundi-pundi keuntungan jika kamu sekaligus mengolah pisang tersebut menjadi sesuatu yang mempunyai nilai lebih, contohnya seperti makanan siap saji atau makanan olahan yang lainnya.

Nah, biar tidak terlalu berlama lama langsung saja yuk kita bahas tentang bagaimana cara budidaya pisang supaya hasil penen yang di dapat menjadi sangat berlimpah.

Langkah-langkah Praktis Budidaya Pisang

A. Syarat yang harus di penuhi agar tanaman pisang bisa tumbuh dengan baik

1. Media Tanam Pisang

  • Tanaman yang satu ini dapat tumbuh dengan baik yaitu pada kondisi tanah yang kaya akan unsur hara. Selain itu juga mempunyai kandungan kapur atau tanah berat. Tanaman pisang ini mempunyai sifat rakus pada makanan, al hasil kamu harus mempersiapkan lahan yang mempunyai unsur hara yang sangat tinggi. Untuk menambah unsur hara tanah maka kamu bisa menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos.
  • Tanaman ini juga wajib utuk mendapatkan pengairan yang intensif, akan tetapi jangan lupa usahakan juga jangan sampai ada genangan air pada lahan.
  • Kamu harus perhatikan juga yaitu pada kondisi ketinggian air tanah, untuk di daerah yang sifatnya basah yaitu antara 50-200 cm, adapun yang daerah setengah basah yaitu antara 100-200 cm, sedangkah yang berada di daerah kering 50-150 cm. Biasanya lokasi lahan yang terkena erosi cendrung tidak akan pernah menghasilkan buah pisang yang kualitasnya baik. Selain itu tanaman pisang ini tidak akan pernah hidup dengan maksimal tanah yang mempunyai kandungan garam mencapai 0,07 %

2. Iklim

  • Tanaman yang satu ini memang sangat cocok sekali untuk daerah yang beriklim tropis dan juga kelembabab udara yang lumayan tinggi serta kondisi cuaca yang panas. Akan tetapi jika misalnya lahan tanaman pisang kamu berada di daerah subtropics atau pegunungan, maka hal itu tidaklah masalah sebab tanaman pisang ini dapat beradaptasi pada cuaca yang sangat dingin. Tanaman pisang ini bisa bertahan hidup pada daerah yang airnya kurang. Hal itu karena tanaman pisang dapat menyuplai air dari batang yang mempunyai kandungan air tinggi, akan tetapi konsekuensi yang akan di terima yaitu biasanya pertumbuhan pisang tersebut menjadi kurang maksimal.
  • Yang harus kamu perhatikan juga yaitu kondisi kecepatan angin pada lokasi lahan kamu sebab apabila kecepatan angin yang ada di lahan kamu itu tidak cukup tinggi maka hal itu bisa merusak daun pisang serta dapat mempengaruhi pertumbuhan pisang.
  • Sedangkah kondisi curah hujan yang di katakan bagus untuk budidaya tanaman pisang biasanya kisaran antara 1520-3800 mm per 1 kali tumbuh, dengan asumsi dalam sekali masa tanaman terdapat dua bulan tidak ada hujan. Dalam hal ini perlu kamu perhatikan juga yaitu usahakan untuk membuat guludan agar tidak ada genangan air.

3. Ketinggian Tempat

Tanaman pisang dapat tumbuh pada ketinggian tempat yaitu pada daerah dataran rendah hingga sampai pada dataran tinggi dengan ketinggian dpl. Nah, beda lagi dengan pisang ambon, pisang nangka, dan pisang tanduk biasanya ia akan tumbuh dengan baik apabila berada pada ketinggian 1000 dpl.

B. Tahapan Budidaya Pisang

1. Pemilihan Bibit Pisang

cara budiday pisang

Ada beberapa syarat dalam pembibitan tanaman pisang, dan syarat-syarat tersebut harus di penuhi jika ingin hasil yang maksimal. Kira-kira apa saja itu ? Berikut ini persyaratan pembibitan buah pisang.

  • Pada umumnya syarat bibit tanaman yang dikatakan baik yaitu mempunyai panjang 1 – 1,5 meter dengan diameter kurang lebih sekitar 15-20 cm. Kalau boleh kami saranin sebaiknya kamu memakai bibit yang berasal dari indukan pisang yang sehat dan juga berbuah dengan sangat baik. Ketinggian anakan atau bibit pisang dapat berpengaruh pada produktifitas pisang dalam berbuah dan juga akan berpengaruh nyata terhadap jumlah sisir dalam tiap tandan.
  • Pembibitan tanaman pisang terdapat dua jenis yaitu anakan muda dan juga anakan dewasa. Jika ingin bagus sebaiknya kamu gunakan anakan dewasa sebab biasanya jika anakan dewasa sudah mempunyai bekal bunga serta cadangan makanan dalam bongol pisang.
  • Kalau boleh kami saranin juga, jika kamu ingin membudidaya pisang sebaiknya kamu memilih bibit yang mempunyai bentuk daun yang lancip seperti pedang, serta berhelai dan juga sempit daripada kamu menggunakan bibit pisang yang berdaun lebar.

2. Persiapan Bibit

Untuk mendapatkan bibit pisang kamu bisa membelinya di toko pembibitan pertanian atau jika kamu tidak mau membelinya maka bisa juga memakai bibit pisang dari kebun sendiri. Usahakan gunakan jarak tanaman 2×2 meter untuk budidaya pisang.

Abapila kamu menggunakan indukan sendiri maka alangkah baiknya jika membatasi jumlah tunas anakan sekitar 7-9 yaitu pada pisang indukan. Akan tetapi jika ternyata melebihi 9 tunas maka alangkah baiknya jika di lakukan pemotongan dengan tujuan untuk menjaga kualitas bibit pisang anakan tersebut.

Lakukan lah sanitasi terlebih dahulu sebelum bibit pisang tersbut kamu tanam. Hal tersebut dilakukan tidak lain dan tidak bukan untuk menghindari penularan hama dan juga penyakit. Jika kamu tidak tau cara atau langkah langkahnya maka kamu bisa ikuti langakah-langah sanitasi pada bibit pisang di bawah ini.

  • Ketika bibit sudah kamu potong dari indukan langkah berikutnya yaitu segera bersihkan tanah yang menempel pada akar.
  • Usahakan simpan terlebih dahulu bibit kurang lebih selama 1-2 hari. Sebaiknya simpan di tempat yang teduh agar luka sehabis pemotongan cepat mengering.
  • Langkah selanjutnya ialah lakukan perendaman pada bibit yaitu sebatas batang menggunakan insektisida 0,5-1 % dalam lama waktu 10 menit. Setelah itu bibit di angina-anginkan sebantar.
  • Namun apabila kamu tidak mempunyai insektisida maka hal itu bukanlah masalah, sebab kamu bisa menggunakan air yang mengalir untuk merendam umbi bibit selama 2 hari.
  • Jika pada lokasi lahan kamu ternyata sudah terdapat hama nematoda maka sebaiknya direndam terlebih dahulu di dalam air panas kurang lebih selama beberapa menit dengan tujuan untuk mematikan hama tesebut.

3. Pengolahan Media Tanam

Jika kamu ingin memulai bisnis budidaya pisang sebaiknya terlebih dahulu harus di pertimbangkan yaitu dari segala aspeknya mulai dari kontur tanah, iklim, kemudahan dalam akses dan sebagainya. Sebaiknya kamu memberikan gulma terlebih dahulu sebelum menanam pisang selain itu kamu juga harus membersihkan rerumputan liar Serta menggemburkan tanah apabila tanah tersebut masih padat. Jika kontur tanahnya miring kamu harus membuat sengkedan.

4 Peroses Penanaman Pisang

proses pananaman budidaya pisang

  • Penentuan pola tanaman

Pada 3 bulan pertama kamu dapat memakai pola tanaman tumpang sari, sebab memang tanaman pisang ini memiliki jarak tanam yang lumayan cukup lebar. Adapun jenis tanaman tumpang sari yang dapat kamu kawinkan dengan tanaman pisang antara lain seperti sayur-sayuran atau tanaman semusim.

  • Pembuatan Lubang Tanam

Pada umumnya ukuran lubang yang di sarankan yaitu kurang lebih antara 50x50x50 cm untuk jenis tanah berat yaitu 30x30x30 atau 40x40x40 cm sedangkan untuk tanah gembur kamu bisa gunakan jarak tanam 3,3 x3,3 meter.

  • Cara Penanaman

Alangkah baiknya apabila kamu memulai menanam pisang pada bulan September-Oktober atau bisa juga saat menjelang musim penghujan. Sebaiknya sebelum kamu menanam pisang terlebih dahulu memberi pupuk organic sejenis pupuk kandang atau pupuk kompos pada tiap-tiap lubang tanaman. Tiap tiap lubang tersebut kamu kasi sebanyak 15-20 kg. Nanti pupuk-pupuk organik yang kamu berikan itu akan sangat mempengaruhi pada kualitas buang pisang yang kamu budidaya.

5. Pemeliharaan Tanaman Pisang

 

  • Penyiangan

Kamu harus membersihkan gulma dan rerumputan yang sekiranya itu akan meganggu pertumbuhan induk dan anakan pisang. Lakukan proses penyilangan tersebut yaitu pada waktu penggemburan agar akar dan tunas pisang dapat bertambah banyak. Akar pisang mempunyai panjang kurang lebih sekitar 15 cm di bawah permukaan tanah, oleh sebab itu alangkah lebih baiknya jika proses penyiangan tidak perlu kamu lakukan secara mendalam.

  • Pemupukan

Pada dasarnya tanaman pisang sangat membutuhkan jumlah kandungan kalisum yang jumlahnya lumayan besar dalam tanah. Biasanya pada 1 hektar lahan, di perlukan sekitar 207 kilo gram urea, 608 kilogram KCI, 138 kilo gram super fosfat, dan 200 kilo gram batu kapur sebagai sumber utama kalsium. Pupuk N (Nitrogen) di bagikan dalam setahun yaitu 2 kali yang mana peletakannya di larikan mengelilingi rumpun tanam pisang. Apabila sudah selesai di pupuk, maka larikan yang di taburi pupuk itu tadi lalu tutup dengan menggunakan tanah. Sedangkan fosfat dan pemupukan kalsium di lakukan kurang lebih sekitara 6 bulan sesudah tanam ( Dalam setahun 2 kali )

  • Penjarangan

Agar memperoleh hasil tanam yang kualitasnya baik, maka sebaiknya untuk satu rumpun pisang terdapat tidak kurang dari 3-4 batang. Pemotongan tunas atau anakan sebaiknya dilakukan secara berkala sehingga nanti dalam satu rumpun terdapat berbagai jenis anakan yang mempunyai usia berbeda beda. Ketika sudah mencapai usia lima tahun, maka kamu harus bongkar rumpun tersebut untuk kemudian di ganti dengan tanaman pisang yang masih baru.

  • Perempalan

Sebaiknya daun pisang yang sudah mengering segera untuk di pangakas. Hal itu supaya menjaga kebersihan dan juga mencegah penyebaran hama penyakit. Kamu dapat melakukan kegiatan perempalan sewaktu-waktu.

  • Pemeliharaan Buah

Apabila jantung pisang telah berjarak 25 cm dari sisir buah pisang terakhir, maka hal yang harus kamu lakukan ialah proses pemotongan agar pertumbuhan pisang tidak terhambat atau terganggu. Jika ternyata sisir buah telah mengembang dengan sempurna, sebaiknya tandan pisang segera di bungkus dengan menggunakan kantung plastk yang bening.

Hal tersebut  bertujuan untuk menjaga kemulusan buah dan juga supaya terhindar dari hama penyakit perusak buah pisang. Untuk membungkusnya bisa menggunakan plastik polietilen dan kamu bisa mendapatkannya di toko plastik Ukuran dari plastik polietilen setebal 0,5 mm kemudian di beri lubang yang berdiameter 1, 25 cm.

Jangan lupa kamu harus mengaturnya sedemikian rupa supaya plastik tersebut dapat menutupi 15-45 cm hingga atas yaitu pada pangkal sisir teratas dan juga 25 cm di bawah pucuk buah dari sisir terbawah.

6. Hama Penyakit dan Gulma Tanaman Pisang

hama pisang

A. Hama Pisang

  • Uret Kumbang (Cosmopolites Sordidus)

Biasanya bagian pisang yang sering di serang yaitu pada kelopak daun dan batang. Gejala serangan : pada kelopak daun lorong-lorong ke atas atau kebawah, pada batang pisang penuh dengan lorong.

Cara pengendaliannya : Kamu harus segera membersihkan rumpun dari sisa-sisa batang pisang, sanitasi pada rumpun pisang, sebaiknya gunakan bibit yang sudah disanitasi.

  • Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis)

Umumnya bagian pisang yang sering di serang yaitu pada akarnya.

Gejala serangan: di temukan bintik kecil atau rongga pada akar, tanaman pisang seperti kelihatan merana dan akar bengkak.

Cara pengendaliannya : gunakan bibit yang telah disanitasi, perbanyak juga unsur kandungan humus tanah serta guanakan lahan yang mempunyai kandungan lempung kecil.

B. Penyakit Pisang

  • Penyakit darah

Penyebabnya : Xanthomonas celebensis (bakteri).

Umumnya bagian pisang yang di serang yaitu jaringan tanaman pisang pada bagian dalam

Gejala Serangan: Jaringan pisang terlihat kemerah-merahan seperti berdarah.

Pengendalian : Tanaman pisang yang sakit sebaiknya bongkar lalu bakar

  • Bintik daun

Penyebabnya : Jamur Cercospora musae.

Biasanya bagian pisang yang diserang yaitu daun kemudian muncullah gejala bintik sawo matang yang semakin meluas.

Cara Pengendaliannya : Pakailah fugsida yang mempunyai kandungan Copper oksida Atau bubur Bordeaux (BB).

  • Panama

Penyebabnya : Adanya serangan jamur Fusarium oxsporum

Bagaian buah pisang yang sering di serang yaitu daun

Gejala serangan : Daun akan layu setelah itu putus, biasanya serangan pertama yaitu pada daun luar kemudian daun bagian dalam, pelepah daun pisang membelah membujur, biasanya setelah itu akan mengeluarkan pembuluh getah yang berwarna hitam.

Cara pengendaliannya : Tanaman pisang yang sakit sebaiknya di bongkar kemudian bakar.

  • Layu

Penyebabanya : Terdapat Bakteri Bacillus

Biasanya bagaian pisang yang diserang yaitu akar.

Gejala serangan : Tanaman yang di serang bakteri tersebut akan layu setelah itu mati.

Cara pengendaliannya : Tanaman yang sakit sebaiknya bongkar lalu di bakar

  • Daun Pucuk

Penyebabnya : Terjadi inveksi virus melalui perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa

Bagin pisang yang di serang oleh virus tersebut yaitu daun pucuk.

Gejala serangan : daun pucuk pisang biasanya tumbuh dengan kondisi tegak lurus secara berkelompok.

Cara pengendalian : Tanama yang sakit tersebut sebaiknya di bongkar lalu bakar.

C. Gulma Pada Pisang

Biasanya gulma menjadi sesuatu yang harus segera di atasi yaitu ketika seteleh tanaman pisang dan ketika kanopi dewasa sudah mulai terbentuk. Adapun cara pengedalian gulma yaitu sebagai berikut :

  • Pertama gunakan hebisida semacam Gesapax 80 Wp, Round up, Paraquat dan dalapon.
  • Sebaiknya kamu tanam-tanaman penutup tanah yang dapat menahan laju erosi, tanah terhadap naungan, tidak mudah untuk di serang oleh hama penyakit, dan juga bukan tumbuh menjalar. Contohnya misalnya seperti Geophila repens.
  • Tutup tanah dengan menggunakan plastik polietilen dan kamu bisa memperolehnya di toko plastik terdekat.

7. Panen Buah Pisang

panen buah pisang

Buah pisang bisa di panen dalam keadaan masih berwarna hijau dengan lingkaran buah terbentuk bundar dan sudutnya juga tidak menyiku. Biasanya usia buah pisang yang sudah siap untuk di panen yaitu antara 100-112 hari sesudah kemunculan bunga.

Supaya proses pemotongan bisa seragam dan serentak maka sebaiknya terlebih dahulu dirangsang menggunakan bahan seperti misalnya asap dari daun-daun kayu yang di bakar, penggunaan karbit, propilen, ethrel / ethepon dan penggunaan rangsangan tersebut lamanhya kurang lebih sekitar 10-12 jam.

8. Pascapanen Buah Pisang

Buah hasil dari pemanenan budidaya buah pisang bisa langsung di kemas menggunakan keranjang bambu dan kemudian secepatnya di angkut ke distributor atau pasar. Jika kamu ingin menyetorkan buah pisang hasil budidaya ke pasar modern seperti swalayan dan supermarket, maka kamu bisa melakukan pengemasan per sisir atau beberapa buah.

Intinya sesuaikanlah dengan permintaan pasar modern tersebut. Karena penampilan dari buah pisang itu sangat mempengaruhi sekali akan penjualan buah pisang dari pasar modern.

Itulah atikel mengenai cara praktis budidaya pisang agar hasil panen lebih melimpah. Terimaksih telah berkunjung dan semoga artikel ini bisa bermafaat ya.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: