Sintesa Adalah Awal Saya Belajar dan Mengarungi Dunia Bisnis Online

Awalnya saya masi belum tertarik untuk belajar bisnis online, kerena memang pada dasarnya saya tidak terlalu memikirkan tentang masa depan. Hari-hariku  selalau di isi dengan hura-hura, sehingga tidak sempat untuk merencanakan dan membangun binis.

Pokoknya waktu itu hidup saya parah bangat…

Jangankan merencanakan, keinginanpun sama sekali tidak terlintas di pikiranku. Kehidupanku mengalir begitu saja tanpa tujuan yang jelas. Akhirnya sayapun bosan dengan semua ini.

Saya mencoba merenungi kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan. Setelah merenungi semua itu, maka di situlah saya mulai sadar bahwa masa depan sangat panting, bahkan wajib untuk dipikirkan. Alhamdulillah masi di beri kesadaran.

Keinginan untuk berubah akhirnya tumbuh dalam pikiranku. Keinginan ada, tapi untuk mewujudkan semu itu tentu tidak lah mudah.

Sejak itu saya merubah cara pergaulanku dan mulai untuk memilih dan memilah teman yang sekiranya pemikirannya juga sejalan dengan pemikiran saya, yakni memikirkan masa depan.

Dengan memilih dan memilah teman, saya berharap bisa mendapatkan teman yang senantiasa memotivasi sekaligus bisa membawa saya keluar dari masa-masa yang penuh dengan hura-hura tersebut.

Kenapa harus memilih teman yang se jalan dengan pemikiran dan tujuan saya ?

Kerena seorang teman sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan prilaku kita. Seorang teman bisa membuat kita menjadi lebih baik, atau menjadi buruk, tergantung kita bergaul dengan siapa.

Mungkin kamu tidak  percaya jika teman bisa berpengaruh pada kita.?

Kamu coba perhatikan dan bandingkan seorang anak yang berprilaku nakal atau yang prilakunya baik. Setalah kamu perhatikan, kemudian cari tau latar belakang dan dari mana anak tersebut berasal.

Setelah kamu tau, pasti akan menyimpulkan bahwa lingkukan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan prilaku seseorang. Oh iya, saya tidak memukul rata semunya lho ya, akan tetapi kebanyakan seperti itu

Mencari Ide Bisnis

Sumber Gambar : https://sisilaindaricermin

Move on dari hal-hal yang tidak penting dan sekaligus perlahan-lahan mulai meninggalkan pergaulan yang tidak membawa manfaat sama sekali membuat pola pikir saya sedikit demi sedikit mulai berubah

Ya, pola pikir sudah mulai berubah. Saya lebih suka menyibukkan diri mencari cara supaya impian dan cita-cita saya bisa tercapai.  Sibuk memperhatikan orang-orang yang sudah sukses, bagaimana mereka bisa sukses. Setelah saya perhatikan dengan seksama, ternyata kebanyakan dari mereka giat berusaha dan menekuni bisnis yang ia rintis .

Saya pun mulai punya keinginan untuk mengikuti jejak mereka yaitu denga berbisnis. Selain itu, saya termasuk orang yang percaya sabda nabi Muhammad, bahwa sembilan dari pintu rezeki ialah berdagang (berbisnis).

Tapi untuk memulai sebuah bisnis tentu tidak lah semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa kendala yang membuat saya tidak langsung menjalankan bisnis, salah satunya ialah karena tidak tau kira-kira bisnis apa yang cocok untuk saya jalankan dan tentunya tidak harus mengeluarkan modal besar.

Setelah sekian lama tak menemukan titik terang dari masalah yang saya hadapi, pikiran seakan terkuras habis. Walaupun demikian, saya tidak berhenti untuk berusaha. Ya, berusaha mencari tau tentang bisnis yang bagus dan cocok untuk saya.

Di samping mencari ide bisnis, saya juga mulai giat membaca banyak buku terutama yang berkaitan dengan bisnis. Selain itu, saya juga aktif di grup binis yang dibuat oleh para masatah pembisnis online, seperti Dewa eka prayoga, Hermas puspito dan lain-lain.

Biasanya saya aktif di grup WhatsApp dan Facebook.

Menemukan Ide Binis Online

Sumber Gambar : https://www.cyberhome.web.id

Setalah melalui peroses yang panjang dalam mencari ide binis yang cocok, akhirnya saya menemukannya yaitu bisnis online. Kenapa saya memilih ingin berbisnis online.?

Yang jelas dari segi modal tidak terlalu besar, karena kita bisa jualin produk orang dengan sistem dropsip. Selain itu bisnis online bisa dikerjakan kapanpun dan dimapaun asal konek internet. Pokoknya bener-bener mantap kalau bagi para pemula dan tidak punya modal untuk berbisnis seperti saya hehe.

Setelah menemukan ide bisnis yang cocok, saya pun bertekad untuk memulainya, ketika hendak mau memulai, tiba-tiba ada kendala yaitu saya tidak bisa memasarkan lewat online. Saat itu saya benar-benar di buat pusing.

Karena tidak tau bagaimana caranya menjual produk lewat online, maka untuk mengantisipasi terjadinya sebuah kegagalan maka salah satu caranya ialah harus mempunyai mentor yang bisa membimbing dan mengarahkan saya.

Berteman dengan Seorang Internet Marketting

Suatu hari saya bertemu Arya, teman lama waktu masih kuliah di Surabaya. Setelah sekian lama pertemanan kita terputus, kini kembali tersambung kembali dengan adanya pertemuan tersebut. Sebelumnya saya juga tidak menyangka bisa ketemu dia, mungkin di balik semua ini ada hikmah yang sama-sama kita tidak ketahui, Allhua’lam

Singkat cerita akhirnya saya ajak ngopi di warkop sambil ngobrol dan tanya-tanya tentang kesibukan dia selama ini. Setelah  ngobrol panjang lebar, dia pun cerita bahwa kesibukannya yaitu menekuni bisnis oline. Adapun produk yang ia pasarkan ialah susu haji umroh dan sejadah. Selain itu dia juga pemain google AdSense.

Dia bilang bahwa trafiknya dari website yang ia kelola bisa tembus 80 ribu perhari dan mendapatkan earning rata-rata 10 juta perbulan. Dalam hati saya berkata, wah  ini pas sekali kebetulan saya juga mempunyai keinginan untuk menekuni binis online.

Hingga akhirnya saya pun sering konsultasi dengan dia masalah bisnis online. Tapi lama kelamaan kok saya merasa tidak enak, karena dia juga punya kesibukan lain. Intinya saya tidak ingin mengganggu dia.

Karena merasa tidak enak belajar sama dia, akhirnya saya mencari tau kira-kira di mana tempat agar saya bisa belajar binis online. Iseng-iseng saya pun nanya sama dia tentang tempat kursus internet marketting.

Setelah saya tanya, dia pun ngasi tau sekaligus menyarankan agar saya masuk ke pesantren sintesa. Ketika dia menyarankan seperti itu, malah saya di buat bingung. Ya, bingung karena timbul suatu pertanyaan, apa hubungannya pesantren dengan binis.?

Yang saya tau pesantren itu tampat untuk belajar ilmu agama. Lah, ini kok malah belajar bisnis.

Setelah saya tanya lagi, akhirnya dia menjelaskan bahwa pesanteren sintesa bukan seperti pesantren pada umumnya.  Pesantren tersebut tidak hanya fokus pada pendidikan agama saja akan tetapi juga fokus dibinis online.

Nah, disitulah baru mulai paham tentang sintesa dan saya pun sangat ingin sekali untuk masuk ke pesantren tersebut.

Mengenal Sosok Ibrahim Vatih

Sumber Gambar : https://www.klikmania.net

Karena saya sangat ingin untuk mengenyam ilmu internet marketting di sitesa, maka saya mencari informasi tentang siapa pendiri sintesa dan siapa guru yang ngajar di sana. Setelah mencari tahu, akhinya saya mendapat informasi bahwa yang mendirikan pesantren tersebut ialah Ibrahim Vatih

Ya, beliau pendiri sekaligus guru besar sintesa. Selain itu, yang saya tau beliau juga seorang yang jago programer sekaligus internet marketting. Banyak ilmu yang beliau share di media sosial dan website pribadinya.

Karena beliau sering update ilmu bisnis terutama bisnis online di media sosial, maka saya pun mulai menjadi follower facebook, telegram dan sekaligus menjadi pengunjung setia websitenya. Oh, iya jika teman teman ingin nambah wawasan seputar bisnis online silahkan baca vatih.com 

Nah, dari facebook, telegram dan website tersebutlah saya banyak mendapatkan insight singkat menarik mengenai binis online.

Oh iya, bagi kamu yang ingin mendapatkan ilmu dan wawasan baru, saya sarankan jadi member telegramnya.

Sintesa Membuka Pendaftaran

Sumber Gambar : https://satriabajahitam.com

Setelah berbulan-bulan menunggu pendataran, pada tanggal 5 januari 2017, sintesa akhirnya membuka pendafataran untuk angkatan 7. Kesempatan ini tentu saja tidak di sia-siakan, saya langsung mendaftar.

Setelah proses pendaftaran dan wawancara selesai, saya pun nunggu pengumuman penerimaan santri yang rencananya akan di sampaikan melalui fanpage resmi sintesa.

Karena pengumumannya akan disampaikan melalui fanpage, maka setiap hari saya selalu buka facebook untuk melihat pengumuman. Namun sudah beberapa hari sejak proses pendaftaran di tutup sekarang masi belum ada pengumuman.

Jujur waktu itu saya gelisah dan tak bisa tidur. Kenapa saya gelisah ?

Karena  saya takut tidak diterima di pesantern tersebut. Jika saya tidak di terima maka otomatis saya harus nunggu lama jika mau mendaftar lagi. Selain itu, mungkin semangat belajar saya mulai turun.

Sebab manusia cendrung berubah-ubah, jika saat ini ia semangat dalam mengerjakan sesuatu, mungkin besok atau lusa bisa tidak semangat lagi. Pengalaman ini sudah pernah saya alami soalnya. Apakah kamu juga pernah ngalami hal ini ?

Oke, kembali ke pembahasan awal. Setelah sekian lama menunggu akhirnya saya mendapatkan pengumuman setelah buka fanspage sintes dan di situ saya menemukan postingan terbaru yang mengumumkan nama-nama santri yang lulus seleksi.

Setelah di lihat ternyata saya masuk dalam daftar orang yang lulus seleksi. Saya pun senang dan bersukur sekali karena harapan untuk masuk kesana bisa terkabulkan.

Setelah itu, saya minta doa restu pada orang tua dan alhamdulillah beliau merestuinya. Brangkat lah saya ke pesanteren yang berlokasi di Magetan tersebut.

Sampai di Pesantren Sintesa

Sumber Gambar : https://masbidin.net

Sesampainya di pesantren tiba-tiba badan saya terasa sangat lelah sekali. Entah kenapa badan saya lemas, mungkin ini efek saat muntah di bus. Tapi, baru sekarang saya mengalami hal seperti ini. biasanya walapun perjalanan jauh saya gak pernah mabuk.

Mungkin saya jarang olahraga, makanya pas melakukan perjalanan jauh langsung muntah-muntah.

Nah, Setelah beberapa hari tinggal di pesantren, ternyata lingkukangannya enak sekali. Ya, lingkungan di sekitar pesantren tidak jauh berbeda dengan di rumah. Hawanya sagat sejuk, dan di sekelilingnya banyak kebun-kebun.

Ini sangat berbeda sekali dengan Surabaya tempat dulu saya kuliah yang lingkungannya sangat panas. Belum lagi suara kendaraan yang begitu bising. Pokoknya waktu itu saya merasa tidak nyaman tinggal disana.

Kalau di sintesa selain lingkungannya nyaman, teman-teman seniur juga ramah. Sehingga membuat saya semakin betah tinggal di pesantren tersebut. Yang lebih enak lagi free wifi soalnya. wkwkwk

Sesi Adaptasi Santri

Dua minggu berada di pesantren mengikuti sesi adaptasi, saya merasa nyaman dan sama sekali tidak kepikiran untuk pulang. Oh iya, ada yang harus di jelaskan terkait penerimaan santri.

Jadi, santri yang lolos seleksi tahap pertama masi belum tentu keterima, sebab masi ada seleksi tahap kedua yaitu masa adaptasi.

Jika misalkan santri yang mengikuti sesi adaptasi selama dua minggu ternyata tidak bisa menyesuaikan dengan ekosistem yang berlaku di pesantren, maka kemungkinan besar akan di pulangkan alias tidak di terima.

Selama dua minggu tersebut ada beberapa kegiatan sebagai pengenalan santri dengan pesantren. Diantaranya sebagai berikut.

  1. Taaruf dengan para guru di sintesa
  2. taaruf sesama teman baik yang masi seniur dan junior
  3. Taruf denga tentangga termasuk kepada para donatur sintesa.
  4. Ziarah kubur ke makan almarhum pendiri pondok badrussalam.
  5. Praktek wuduk dan  sholat.

Setelah selesai mengikuti seleksi tahap kedua dan juga mengikuti kegiatan yang di adakan di pesantren, saya pun di terima sebagai santri.

Alhamdulilah saya sangat bersyukur diberi kesempatan bisa belajar internet marketting dan menghafal al qur’an selama satu tahun. Sungguh ini rezeki sekaligus menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi saya, karena harus berpisah dengan orang tua, selain itu santri juga di wajibkan mencapai target hafalan minimal dua juz.

Tapi semua itu bukanlah masalah, demi mencapai impian dan cita-cita, semua akan saya lakukan. Karena saya sadar jika ingin menjadi orang sukses dunia dan akhirat maka dia harus berani untuk berproses.

Mulai Mengikuti Pelajaran Internet Marketting

Sumber Gambar : https://alung2016.wordpress.com

Setalan saya dinyatakam sepenuhnya di terima, maka tibalah saatnya untuk mengikuti pelajaran internet marketing yang sudah di tentukan jadwalnya. Jujur saat baru pertama kali masuk kelas, saya seperti orang linglung dan kebingungan.

Kenapa begitu.?

Karena saya tidak tau dengan bahasa-bahasa IT yang di pakai guru saat ngajar. Jadi seperti sangat asing sekali. Namun meskipun demikian, saya tidak menyerah dan saya pun tidak segan untuk bertanya tentang hal yang tidak saya mengerti.

Lama kelamaan mulai terbiasa dengan hal yang berkaitan dengan internet marketting. Mungkin jam terbangnya banyak sehingga saya lebih mudah untuk paham.

Bayangkan saja, bagaimana tidak terbiasa wong seharian kerjanya tiap hari duduk di depan laptop untuk ngerjakan hal yang berkaitan dengan internet marketting seperti belajar menulis artikel, mengoptimasi website dan lain-lain.

Perubahan yang Terjadi Sebelum dan Sesudah Masuk Sintesa

Sumber Gambar : http://www.muhardi.com

Diberi kesempatan menjadi keluarga besar sintesa menjadi keuntungan tersendiri bagi saya. Sebab ada banyak wawasan yang bisa saya dapatkan di sini terutama masalah ilmu agama dan ilmu internet marketting.

Saya merasakan ada perubahan yang cukup signifikan ketika saya berada di pesantren tersebut. Perubahanan yang saya rasakan ialah bisa rajin sholat limat waktu secara tepat, sholat sunnah, puasa senin kamis dan hafalan al quran.

Oh iya, sampai di sini dulu ya, soalnya nanti kepanjamgan nulisnya. Pokoknya intinya saya banyak memperoleh ilmu agama dan  internet marketting di pesantren ini. Jika kamu ingin belajar tentang internet marketting maka saya sarankan untuk daftar menjadi santri sintesa aja.

Insyaallah ada banyak ilmu dan pengalaman yang kamu dapatkan selama menimba ilmu di sini. Yang pasti ilmu yang di ajarkan di sintesa sangat berkuliatas bro.

Terbukti dari sekian banyaknya alumni sintesa dengan izin allah sudah sukses dalam karirnya menggeluti bisnis online. Dan semua itu juga berkat guru-guru sintesa yang kompetin di bidangnya. Sekian dulu ya, mohon maaf kalalu bahasanya sulit untuk di pahami. Terimaksi telah berkunjung 😀

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: